Di rumpun gelagah itu cinta dijual ketengan
Campuran asap kretek dan keringat
Sedangkan air tetap mengalir coklat sebagai dosa
Sampah pun menghiliri sungai
Di bawah jembatan kita adalah rumah tangga
Dengan listrik menggantung di atas tiang
Di sana anak-anak dilahirkan
Beralas kertas kardus bermain dengan botol plastik
Terkadang air meluap menggenangi
Menyapu setiap jengkal kehidupan
Di atas kita berlindung pada harapan
Di tenda berteduh dari haus dan lapar
Lain ketika hanya bau yang tiba
Bangkai jua hanyut penuju
Kita tetap menanak dan beranak
Demikian hari berganti di bantaran