Kamis, 26 Maret 2026

RESENSI

Pikiran masih lembar kosong. Bersih. 
Tiada prasangka tanpa praduga
Huruf terjalin dan kata berpilin
Arti mulai mengendap, senyap

Kalimat berhamburan bertaburan
Mata dan hati menjaring
Menyusun ulang balok kata per kasta
Seperti menaruh bata pada bangun pikiran

Setelahnya memeras keringat 
dan menggerenyitkan dahi
Tangan menari pulpen menggaris
Sepeminum teh kemudian selembar ide tertuang

Senin, 23 Maret 2026

HARI RAYA SELAYANG PANDANG

Sumpah serapah tersandera macet
Pendingin mobil tiada kuasa
Kemudi kian membebani
Hanya matahari siang yang sumringah

Dari berdendang hingga mengeluh
Panas mengkeluh jenuh
Barisan panjang mudik
Terasa diam menghentikan waktu

Ketika tiba di halaman
Kenangan berdesakan bersinggungan
Di bayang itu keriput senyum tua
Kami menghambur melepas rindu

Senin, 16 Maret 2026

MENJEMPUT JODOH

Di gerbang istikharah, 
ku jemput sang pengantin
Doa yang menitik dari bibir, 
terbang menjadi gemintang, menghiasi
Sementara malam terus menggelincir

Bibit sebagaimana asal usul
Ditempa kawruh ilmu
Di lingkungan yang terjaga
Demikianlah gemerisik menelisik

Selasa, 10 Maret 2026

PESTA KEMBANG API

Malam hilang bintang telah baja
Hujan kian kerap di timur
Api menggelandang
Jejaknya panjang sebagai asap

Dari batas titik pandang
Api terpecah menjadi ratna
Dengan cepat melesat
Menghunjam membakar seruas bumi

Orang-orang berlarian hilang arah
Serupa beras di tampah
Jerit tangis adalah kematian
Gedung lebur jadi abu. Sampyuh. 

Rabu, 04 Maret 2026

PERANG TELAH KEMBALI

Ketika malam bintang
Kembang api terbilang
Membakar amarah temberang
Memanen jiwa hilang terbang

Ada gaduh hingga jerit mengaduh
Ribuan nyawa dan runtuhan besi beton
Air mata dan bau mesiu
Wajah-wajah pucat tersaput debu

Demi darah demi tanah leluhur
Kita lipat hari dengan raung
Tubuh terkapar tercerai
Tangis adalah sesaji