Udara malam terasa padat
Seperti sesak yang melesak di dada
Lampu temaram terpapar asap rokok
Bergulung menyentuh diding ruang
Pendingin udara terengah memasok kesejukan
Di panggung kecil
home band menyanyikan sebuah lagu ceria
Penyanyi dengan riasan riuh
Atraktif meliukkan tubuhnya
Penonton acuh sambil menghirup minuman
Pasangan berbisik mesra sambil bertatapan
Waiters hilir mudik mengantarkan pesanan
Lagu berganti
Irama melambat
Penyanyi memeluk mikropon
Lengking gitar menusuk dalam ingatan
Bait cinta dinyanyikan dengan hati
Bercerita tentang kasih tak sampai
Melodi kian mencekik memori
Merintih menangis mengais
Menggapai hati yang sepi
Lantai terisi beberapa pasangan berdekapan
Saling mengeja langkah
Perlahan mengikuti irama lagu
Udara semakin pekat
Bercampur bau parfum, alkohol dan tembakau
Larut kian menghujam di jantung malam
Waktu terhenti di pintu masuk
Orang tetap berdatangan mengejar suasana
Selasa, 19 Juni 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
DUNIA SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA
Luka, nampaknya hanya akibat Bayi tiada tangis karena lapar Rumah pun tidak kuasa berlindung Karena darah masih berceceran di bumi lata Set...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Seorang anak mengais nasib di tepi jalan Jari kecilnya merintih Tubuhnya ringkih Hingga berbayang tulang Panas menggerenyitkan wajahnya Baju...
Puisi "KAFE" ini berhasil menangkap suasana malam yang padat dan beragam emosi. Penggambaran elemen seperti asap rokok, lampu temaram, dan interaksi antara pengunjung memberikan nuansa yang sangat hidup. Selain itu, transisi dari lagu ceria ke melodi yang lebih emosional menciptakan ketegangan yang menarik. Apakah ada aspek tertentu yang ingin kamu kembangkan lebih lanjut?
BalasHapus