Bayi tiada tangis karena lapar
Rumah pun tidak kuasa berlindung
Karena darah masih berceceran di bumi lata
Setiap hari hujan adalah api dan runtuhan
Suaranya menelan jerit putus asa
Nyawa meregang tubuh terberai
Hilang sanak putus harapan
Kemanusiaan hanya mengintip di bilik perundingan
Dengan argumen dan debat kusir yang elegan
Di gedung-gedung batu bata bercat putih
Hidangan penutup serta gelas beradu menjadi saksi