Sabtu, 04 April 2026

DUNIA SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA

Luka, nampaknya hanya akibat
Bayi tiada tangis karena lapar
Rumah pun tidak kuasa berlindung 
Karena darah masih berceceran di bumi lata

Setiap hari hujan adalah api dan runtuhan
Suaranya menelan jerit putus asa
Nyawa meregang tubuh terberai
Hilang sanak putus harapan

Kemanusiaan hanya mengintip di bilik perundingan
Dengan argumen dan debat kusir yang elegan
Di gedung-gedung batu bata bercat putih
Hidangan penutup serta gelas beradu menjadi saksi



Kamis, 02 April 2026

SEJARAH

Karena sejarah ditulis oleh pemenang
Maka hafalkan saja tahun-tahun termaktub

Dimana cerita heroik propagandanya
Dan bisik-bisik di dalam ruang sebenarnya kisah
(Jauh panggang dari api) 

Tanggal adalah tenggat peringatan
Ketika kisah jadi seremonial

Di setiap tanah lapang
Sejarah coba dibentangkan
(Sebagai cerita sebagai cuci otak) 

Setelah usai sekolah dan tutup buku
Sejarah seperti barang usang tambal sulam

Kamis, 26 Maret 2026

RESENSI

Pikiran masih lembar kosong. Bersih. 
Tiada prasangka tanpa praduga
Huruf terjalin dan kata berpilin
Arti mulai mengendap, senyap

Kalimat berhamburan bertaburan
Mata dan hati menjaring
Menyusun ulang balok kata per kasta
Seperti menaruh bata pada bangun pikiran

Setelahnya memeras keringat 
dan menggerenyitkan dahi
Tangan menari pulpen menggaris
Sepeminum teh kemudian selembar ide tertuang

Senin, 23 Maret 2026

HARI RAYA SELAYANG PANDANG

Sumpah serapah tersandera macet
Pendingin mobil tiada kuasa
Kemudi kian membebani
Hanya matahari siang yang sumringah

Dari berdendang hingga mengeluh
Panas mengkeluh jenuh
Barisan panjang mudik
Terasa diam menghentikan waktu

Ketika tiba di halaman
Kenangan berdesakan bersinggungan
Di bayang itu keriput senyum tua
Kami menghambur melepas rindu

Senin, 16 Maret 2026

MENJEMPUT JODOH

Di gerbang istikharah, 
ku jemput sang pengantin
Doa yang menitik dari bibir, 
terbang menjadi gemintang, menghiasi
Sementara malam terus menggelincir

Bibit sebagaimana asal usul
Ditempa kawruh ilmu
Di lingkungan yang terjaga
Demikianlah gemerisik menelisik

Selasa, 10 Maret 2026

PESTA KEMBANG API

Malam hilang bintang telah baja
Hujan kian kerap di timur
Api menggelandang
Jejaknya panjang sebagai asap

Dari batas titik pandang
Api terpecah menjadi ratna
Dengan cepat melesat
Menghunjam membakar seruas bumi

Orang-orang berlarian hilang arah
Serupa beras di tampah
Jerit tangis adalah kematian
Gedung lebur jadi abu. Sampyuh. 

Rabu, 04 Maret 2026

PERANG TELAH KEMBALI

Ketika malam bintang
Kembang api terbilang
Membakar amarah temberang
Memanen jiwa hilang terbang

Ada gaduh hingga jerit mengaduh
Ribuan nyawa dan runtuhan besi beton
Air mata dan bau mesiu
Wajah-wajah pucat tersaput debu

Demi darah demi tanah leluhur
Kita lipat hari dengan raung
Tubuh terkapar tercerai
Tangis adalah sesaji

DUNIA SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA

Luka, nampaknya hanya akibat Bayi tiada tangis karena lapar Rumah pun tidak kuasa berlindung  Karena darah masih berceceran di bumi lata Set...