Wajah lesi serupa topeng
Terasing di keramaian
Membangun dinding aku
Menakar jarak dengan bisu
Kadang basa basi jadi sapa
Hubungkan hati dengan sekitar
Setelah adab dijunjung sementara
Jiwa kembali sepi terlantar
Kilau mata coba ramah pada dunia
Tergagap menjalin batin dengan kata
Senyum kadang ingin bangun hubungan
Namun hanya seringai terlukis di wajah
Kita melangkah mengarah kerumunan
Mencoba runtuhkan dinding dan sekat
Ketika bersua lirikan ragu canggung
Likat pandang terdiam tergugu
Sendiri adalah teman sepi
Sebagai pasangan abadi kenyamanan
Sedang langkah tinggalkan jejak samar
Dan diri melebur dalam kesunyian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar