Datangmu teja temaram
Menari di pucuk daun tenggelam
Kucermati celotehmu di para senja
Kadang berdesir halus di beranda
Kabar telah lenyap kepak sayap
Jauh karena jarak yang senyap
Kebenaran tak lekang sebab derai
Secangkir kopi diteguk di tiap bisik
Satu ketika hembusannya mengajuk
Lain ketika berseru hingga menderu
Tapi helai tak lalai menyambangi
Sambil menebar melati wangi
Jika temani sore telah tunai
Angin mengibas halus pipi
Kemudian terbang melenggang
Tinggalkan aku, kopi dan lengang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar