Air memercik tinggalkan derai hujan
Dengan gigil menyentuh lantai beranda
Sedang rumput di laman menoleh pada teduh teritis
Sebab tubuhnya kuyup menahan tetes
Air memercik serupa embun musim bediding
Titiknya menempel dan menutupi kaca jendela
Pandangpun seperti tersaput kabut
Di luar, bayang pohon melambai tertiup angin
Air memercik pada dingin yang sunyi
Ketika bunyi rintik telah berhenti
Dan malam berhembus lewat para
Aku duduk sendiri sambil nikmati kopi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar