Di meja teh masih separuh
Dan es campur mengembun
Lilin meleleh perlahan
Piring tetap tengkurap
Sendok garpu diam
Serbet bersedekap rapi
Setelah saling lempar tanya
Bertukar senyum
Waktu tetap berdetak
Sekian diam berlalu
Suasana bergegas kaku
Lengan memangku dagu
Diambil gadget dari saku
Karena lengang harus mati
Berkabar pada handai
Mata menatap jari menari
Sahabat sebagai huruf
Di hadapan adalah bayang
Pelayan tiba hidangan datang
Gadget diletakkan dalam jangkauan
Mulut hanya sibuk mengunyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar