Siang ini air hanya basahi kerongkongan
Sebab tiada bah dan langit biru
Hanya angin yang datang melimpah
Sekadar meniup dampingi kemarau
Suhu matahari meninggi. Demam kapialu
Tubuhnya diselimuti awan lembut
Sinarnya berserak di sekujur bumi
Telisik air yang sembunyi di ceruk
Sekecap air serupa kecup kekasih
Memetik dawai hati dengan bisik lirih
Setiap percik yang pesona
Tinggalkan sidik bahagia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar