Pintu menatap sunyi
Telah lama terkunci
Hanya larahan menari
Di beranda berangin
Pintu temani sunyi
Catnya kelupas serupa luka
Debu datang dan pergi
Tunggangi angin Barat
Pintu menggamit sunyi
Engselnya berkarat sebab usia
Angin menggoyang ranting
Daun jatuh tercecer di lantai
Pintu kembali sunyi
Sendiri menjaga rumah
Kedasih merintih
Terbang ikuti angin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar