Sebatang gitar bercokol di tembok
Bahunya kotor menanggung debu
Dawainya memilah sunyi
Angin memetik lirih
Lubang merangkum getar
Serupa bisikan rindu dendam
Di punggung kerap tabuh
Cicak kawin bawa gaduh
Lalu pulang ke sarang teduh
Satu ketika gitar berdenting
Tentang kasih nun dikenang
Merintih rindu bisik hati
Jemari menggaruk segenap ingatan
Menabuh nada irama duka
Membetot dirimu dari lubuk
Air mata telah mengisi birama
Menjadi sebait lagu dukana
Gitar tetap menyimpan mimpi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar