Terbetik dalam pikiran mengalir darah merah
Tumpah jauh hingga menggenangi otak
Segenap warna tenggelam dalam pusaran emosi
Lalu berpendar meledak menyebar ke setiap kesadaran
Sudut yang menyiku hanya lengkung
Tiada ujung hanya awal dari akhir yang terus bersambung
Mata yang mencatat semua sensasi birahi
Mengirim duka psikedelik dan luka eklektik
Kemudian bayangan terbang ke pulau di langit pastel
Menemui kucing hitam yang berdiri sendiri di bukit kurcaci
Serentak akal menangkap titik-titik bintang yang terdampar
Dan meletakkannya dalam liang hitam bumi
Akhirnya tubuh hanya tersungkur dan terkungkung lesu
Terdiam dan terikat oleh tali khayal yang mencekik
Pencerahan telah dihempas hingga hilang harga
Mimpi seolah jalan cerita metalik yang nyata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar