Tanah tempat segala musim berlabuh
Mengabarkan dukanya hamparan debu
Dibawanya angin ke segenap perdu
Hingga terdampar di pelataran rumahku
Kering kemarau ialah mantra hujan
Pohon meranggas bercabang sunyi
Langit bunting berat oleh kilat
Pecah menjadi murka
Tanah retak karena luka kerontang
Terhenyak menatap awan hujan
Tetesnya dikandung geram
Dan pelataran perlahan basah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar