Sekejap mata terhenyak
Dan pedihnya beralih ungu
Kau jebak kata dengan onak
Pada tanya duka termangu
Prasangka membakar kata
Hanguslah hingga kecewa
Ketika luka telah meruyak
Maka mulut terdiam, hilang
Segenap angkara terpuruk
Meringkuk dalam lelah
Sekejap, kata mendapatkan kesadarannya
Bisikan pertamanya adalah cinta yang lembut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar