Selembar daun jatuh tertiup angin
Warnanya tua terkulai di bumi
Tatapnya nanar silau mentari
Tulangnya rapuh terpuruk sendiri
Sekejap lepas memutus ari-ari
Daun lapuk didera waktu
Tubuhnya rebah menghitung hari
Punggungnya bungkuk menanggung rindu
Daun jatuh dimana tanah dipijak
Tergelincir dalam lembab
Perlahan busuk menjadi humus
Bersama ibu bumi menjadi musim semi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar