Menanti adalah jarak aku dan bosan
Detaknya menusuk kesadaran
Menitis jadi peluh
Pelan memamah waktu
Menanti adalah deret bangku
Tembok dingin berdebu
Mata nanar menghadang pintu
Menelan segala keluh
Menanti adalah wajah lesi
Hitungan mundur
Ucap sebagai bagian diam
Tak bersahabat apalagi semangat
Menanti adalah suara sunyi
Berbisik di hati gundah
Segenap serapah
Hingga panggilan memecah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar