Kamis, 14 Februari 2019

PULAU

Pulauku berkedip ketika teja tenggelam
Berlatar pekat samudera hampa tiada batas
Bersekutu dengan legenda dan fabel
Bergayut rapuh di sekitar kabut susu

Pulauku tempat melarung kaul dan doa
Seperti lampion merah yang menghantar harap
Ekornya panjang menjauhi kelam
Laksana naga berkubang di mega asteroid

Pulauku mengambang terseret arus dan waktu
Saling dorong hingga jarak memuai
Mengarungi segenap gelombang dan gaya
Hanya tinggalkan kedip lemah sebagai suar

Pulauku kian jauh layari tepian galaksi
Bagai pengelana jelajahi batas paling asing
Garis edarnya tersesat dan kompas hilang arah
Perlahan tenggelam terhisap palung lubang hitam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DUNIA SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA

Luka, nampaknya hanya akibat Bayi tiada tangis karena lapar Rumah pun tidak kuasa berlindung  Karena darah masih berceceran di bumi lata Set...