Campakkan saja segala sombong paling purba sangka
Buang disaat mata julig menuduh
Hingga kau dapat menakar dalamnya hati
Jika kita telah telanjang aurat tanpa sekat
Segenap kosmetik luntur menjadi kubangan
Air mata menbasuh segenap degil dengki dan melarungnya
Lalu kita diinisiasi oleh waktu
Dengan pedang kesatria diletakkan di bahu
Bermetamorfosa menjadi kupu-kupu
Puisi ini sangat indah dengan simbolisme yang kuat tentang kepercayaan, keterbukaan, dan perubahan. Ada kesan mendalam dari harapan untuk hubungan yang tulus tanpa prasangka, serta transformasi diri melalui proses yang penuh perjuangan dan waktu.
BalasHapusGambaran tentang "telanjang aurat tanpa sekat" menunjukkan kejujuran dan keterbukaan sepenuhnya, sementara "air mata membasuh" memberi kesan penebusan dan pembersihan emosi negatif. Transformasi menjadi kupu-kupu adalah metafora yang kuat untuk perubahan setelah mengalami proses penyembuhan dan pemurnian.
Adakah makna khusus atau perasaan tertentu yang melatari puisi ini?