Kaki telanjang lompati dengki
Injak hasad yang menyemak
Berjingkat lewati onak
Berhenti di beranda hati
Di depan pintu sunyi
Engselnya luka berkarat
Kata diam menanti
Berdiri sendiri untuk tabah
Dari relung bertirai curiga
Mata mengeja duka
Tangan menggenggam cemas
Perlahan menyingkap gundah
Langkah pertama masuki ruang rindu
Prasangka beterbangan serupa debu
Warna cemburu memudar tersapu
Ada senyum menanti di situ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar