Kaki telanjang lompati dengki
Injak hasad yang menyemak
Berjingkat lewati onak
Berhenti di beranda hati
Di depan pintu sunyi
Engselnya luka berkarat
Kata diam menanti
Berdiri sendiri untuk tabah
Dari relung bertirai curiga
Mata mengeja duka
Tangan menggenggam cemas
Perlahan menyingkap gundah
Langkah pertama masuki ruang rindu
Prasangka beterbangan serupa debu
Warna cemburu memudar tersapu
Ada senyum menanti di situ
Selasa, 19 November 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
DUNIA SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA
Luka, nampaknya hanya akibat Bayi tiada tangis karena lapar Rumah pun tidak kuasa berlindung Karena darah masih berceceran di bumi lata Set...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Seorang anak mengais nasib di tepi jalan Jari kecilnya merintih Tubuhnya ringkih Hingga berbayang tulang Panas menggerenyitkan wajahnya Baju...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar