Amarahnya lava, membakar
Awannya panas menutupi pandang
Akarnya tercerabut dari perut bumi
Desa diterjang
Sawah digenangi
Hutan terbakar
Hari kian panjang
Dari tumpukan abu vulkanik
Kehidupan berkecambah
Ronanya matahari pagi
Tumbuh menatap langit
Luka, nampaknya hanya akibat Bayi tiada tangis karena lapar Rumah pun tidak kuasa berlindung Karena darah masih berceceran di bumi lata Set...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar