Ketika itu malam nyaris terakhir
Di timur fajar sidik
Hitam dan putihnya terburai
Kepalaku tengadah
Mencari madah
Tanganku terbuka
Menanti jawab
Pada detik selanjutnya
Suara-suara berdatangan
Dari kekosongan asali
Mengetuk sekadar takdir
Luka, nampaknya hanya akibat Bayi tiada tangis karena lapar Rumah pun tidak kuasa berlindung Karena darah masih berceceran di bumi lata Set...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar