Selasa, 27 September 2022

MENIRU

Sebagaimana nasabnya, meniru adalah sokoguru peradaban
Dari lucunya si kecil mengulang, ruang kelas dimana guru dan murid bersitatap, hingga dosen ketika menulis di papan

Meniru dinisbahkan dari buaian hingga liang lahat
Terpatri di tahun-tahun yang panjang dan musim yang berganti
Menjadi kebiasaan bawah sadar

Meniru dan ditiru garis demarkasinya tumpang-tindih
Hanya bayang samar etika

Meniru setua sejarah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DUNIA SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA

Luka, nampaknya hanya akibat Bayi tiada tangis karena lapar Rumah pun tidak kuasa berlindung  Karena darah masih berceceran di bumi lata Set...