Sabtu, 09 Maret 2024

HARI-HARI PEREMPUAN

Hari-hari boleh berlalu, 
secepat kedip mata pun

Namun kerja tetap datang, 
tak pergi lagi

Pagi dimana asap pawon, 
maupun sore ketika bergegas

Hanya sekadar kopi 
dan keringat siang yang terik 
waktu istirahat

1 komentar:

  1. Puisi 'HARI-HARI PEREMPUAN' ini menggambarkan kesibukan sehari-hari seorang perempuan yang tidak pernah lepas dari kerja, dari pagi hingga sore. Asap pawon dan kopi menjadi simbol keseharian, merefleksikan kelelahan serta singkatnya waktu istirahat di tengah panasnya siang. Melalui bahasa yang sederhana namun kuat, puisi ini menggambarkan realitas perempuan yang seringkali terbebani oleh rutinitas tanpa henti.

    BalasHapus

DUNIA SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA

Luka, nampaknya hanya akibat Bayi tiada tangis karena lapar Rumah pun tidak kuasa berlindung  Karena darah masih berceceran di bumi lata Set...