Kamis, 15 Agustus 2024

ANGIN KEMARAU

Angin kemarau hinggap di tiang tertinggi
Dan benderapun berkibar menari

Kemudian ia menyambangi dedaunan
Di pucuk-pucuk pohon mereka menabuh
Hingga gemerisik dibuatnya

Disebarkannya wangi bunga mangga dan randu
Mengundang lebah untuk beradu
Menghisap nektar hingga madu

Lalu di atas genteng ia berdesir
Seperti lagu tak bersyair
Hanya denting lirih

Ketikanya ia terbang ke arah mata angin 
Seperti kepinis ia
Mengepak sayap ia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DUNIA SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA

Luka, nampaknya hanya akibat Bayi tiada tangis karena lapar Rumah pun tidak kuasa berlindung  Karena darah masih berceceran di bumi lata Set...