Sedikitnya, lidah meletakkan lelatu ke wajah amarah
Angin jua meniup merah bara hingga terbakar duka
Segala benci telah kunci hingga tutupi kata
Pandang jadi sembilu mengoyak
Di ruang senyap, rindu selalu berpapasan dan bergandeng tangan
Tembok mulai bata retak bangunannya
Dari celahnya segenap sinar menerobos deras bercerita
Rasa kikuk yang diam menelisik dengan sepenuh antusias
Pada akhirnya ruang membuka jendela hati
Segala prasangka yang tajam dan kotor tersapu kenangan
Sawang di langit-langit terbang terbawa angin kembara
Dalam diam bibir merekah senyum dan mata binar memandang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
DUNIA SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA
Luka, nampaknya hanya akibat Bayi tiada tangis karena lapar Rumah pun tidak kuasa berlindung Karena darah masih berceceran di bumi lata Set...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Seorang anak mengais nasib di tepi jalan Jari kecilnya merintih Tubuhnya ringkih Hingga berbayang tulang Panas menggerenyitkan wajahnya Baju...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar