Sejauh mata hanya gerimis
Warnanya pucat kelabu sebagai tirai
Suaranya menitik ritmis
Seperti doa di mihrab sunyi
Seperti gumam tak arti
Tiada tanda ia 'kan henti
Telah basah sekujur bumi
Gigi gemerutuk bahna dingin
Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar