Minggu, 16 Maret 2025

HUJAN DIMANA

Hari itu tak berangin
Sejauh mata hanya gerimis
Warnanya pucat kelabu sebagai tirai

Suaranya menitik ritmis
Seperti doa di mihrab sunyi 
Seperti gumam tak arti

Tiada tanda ia 'kan henti
Telah basah sekujur bumi
Gigi gemerutuk bahna dingin

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RUMAH

Kita rebahkan lelah dengan seikat keluh kesah Tentang dunia yang senantiasa renta Hingga punggung pun mengaduh  Menahan duka nestapa Sebenta...