Sejauh mata hanya gerimis
Warnanya pucat kelabu sebagai tirai
Suaranya menitik ritmis
Seperti doa di mihrab sunyi
Seperti gumam tak arti
Tiada tanda ia 'kan henti
Telah basah sekujur bumi
Gigi gemerutuk bahna dingin
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar