Sarapanku adalah pagi pancaroba
Secangkir kopi tenggelam dalam ingatan
Dan pahitnya merebak sejauh pandang
Hingga perut buncitku dipenuhi keluhan
Di pawon aromanya masih sama
Suara kayu dimakan api
Dan bayangan yang bergetar di dinding
Memenuhi ruang dengan tingkahmu
Sepiring luka telah ku santap
Upanya merayap di meja kayu asem
Ternyata pedih pun mengenyangkan
Serupa tikus di lumbung