Minggu, 18 Oktober 2026

HUTAN

Rangkong hanya terpana, sedih
Lalu terbang tak tentu arah
Melintasi asap yang tertiup angin
Pasangannya terbakar bersama hutan

Di pinggir api meranggas
Induk orangutan menggendong 
bayi yang memeluk dada 
Nafasnya tersengal

Api terus merambat
Dihembus panas kemarau yang angin
Menandatangi rumah dan huma. Dilahap. 
Hingga tersisa sesak dan air mata

Kemarau telah datang menggiring
Diwakili puntung dan sebatang korek
Dirubahnya wajah belantara
Menjadi perkebunan ketika hujan tiba

Minggu, 11 Oktober 2026

BERTEMU KAWAN LAMA

Ketika sekejap menatap
Layar ketika berkedip
Seranta siluet wajah
Mata memancar lelah

Kuketik pesan di papan
Kutunggu jawab dalam harap
Sebentar kursor berkedip
Sebaris kalimat pendek. Bertanya. 

Maaf, 
apakah kita pernah sua?
Dimana? Dan kapan?

Aku terhenyak 
Jemariku bisu
Mataku nanar habis kata

Senin, 05 Oktober 2026

LOMBA

Nampaknya lampu menatap, nyalang
Tensi merayap di dalam ruang
Separuh mata menatap podium
Sisanya gelisah dalam diam

Peralatan di atas panggung 
dingin menatap peserta
Suara pembawa acara serak 
membawa dan mengumumkan acara

Setelah persiapan, 
pengumuman
Peserta pertama dipanggil 
dan menaiki panggung

Memberi hormat,
lalu memulai lomba 
Duduk di depan piano. 
Tegang. 

Minggu, 27 September 2026

KEBAKARAN

Hutan terbakar; itupun jika disebut hutan
Api berkobar karena salah kemarau
Dan dosa angin yang meniup hingga tetangga
Tiada ada dosa puntung rokok
Tak pula perambah

Orangutan menggendong bayinya. 
Hilang itu rumahnya.
Burung hilang sarang tempat hinggap
Orang di hutan menghirup asap. Pengap. 

Demikian laporan kebakaran hutan di luar pulau
Berita utama televisi nasional

Kuambil remote laku kumatikan
Sisa kopi pagi ku seruput
hingga hanya tersisa dinginnya
Lalu ku lanjutkan hidup

Rabu, 23 September 2026

BAU ITU

Tiba-tiba saja bau itu menyergap, 
antara ada dan tiada

Aroma tubuhmu dan pewangi kodian,
membangkitkan ingatan

Kesadaranku perlahan mengendap
Menggenangi segenap rindu dendam

Sebagaimana bau membuka kunci
Segala kecewa berhamburan terburai

Ada sedih meringkuk di sana
Diikat oleh temali kenangan

Sedangkan ingatan sulit membalik halaman
Karena pada pedih segenap cerita terangkum

Jumat, 18 September 2026

AKAD

Semburan cahaya lampu seolah meradang
Keringat jua meregang
Menahan gugup hingga tegang

Suasana dicoba sakral
Petatah petitih dan doa
Siang kian merebak

Sesaat wahyu tumurun
Tangan pun berjabat
Akad beserta mahar sebagai saksi

Minggu, 13 September 2026

JEJAK MENUJU PULANG

Ketikanya setelah kopi
Pikiran mengajuk jarak
Waktu pun tak sejenak

Dimana itu malam tiada bintang
Sedangkan langkah yang terbilang
Mengeja jejak, 
hingga waktu yang jarak


HUTAN

Rangkong hanya terpana, sedih Lalu terbang tak tentu arah Melintasi asap yang tertiup angin Pasangannya terbakar bersama hutan Di pinggir ap...