Minggu, 31 Mei 2026

PERNIKAHAN DAN KELUARGA

Bersatu kita keluarga
Bercerai kita........... tetap keluarga

Hanya lampu berkedip riang
dan bunga plastik

Kursi-kursi berbaris
Tak saling sapa

Temanten pasang senyum
Keringat di pelipis hingga panggung

Tamu berdatangan
Salaman lalu bergaya. Difoto. 

Sebahagian bersantap
Sebahagian menatap

Musik memadati udara
Pendingin bekerja keras

Dan pesta diakhiri padam lampu dan sepi. 

Jumat, 29 Mei 2026

DAUN

Daun kemarau kembara
Menghiliri nun jauh
Angin melepas sauh
Rambate kita jelang langit lepas

Karena kematian bertabur coklat
Daun jua berkemak kemik doa
Terjatuh tengkurap di tanah basah
Lalu meluruhkan hijaunya

Ketika daun berkalang tanah
Jejaknya terkadang hilang sirna
Namun pucuk trubus
Dari ketiaknya cinta

Sabtu, 23 Mei 2026

DEMI MALAM

Ku undang malam ke haribaan 
Mimpi terbenam pada secangkir kopi

Lihat, di tembok bintang tersangkut
Pendarnya bersemu kilau

Perlahan ku seruput waktu
Pahitnya menempel hingga kelu

Sepotong lagu berkumandang
Mengantar laku pada kantuk

Mari berbaring, nestapa
Pejamkan mata matikan rasa

Sisa malam cukuplah padamkan harap
Hingga esok bersua kerap

Jumat, 22 Mei 2026

AKU, KOPI DAN HENING

Secangkir kopi 
Diseduh pahit getir 
Dari asapnya tercium tanggal tua

Pikiranku tenggelam
Di dasar cangkir
Terngiang senja

Seseorang berbisik di otak
Selintas hening
Malam pun purwa

Senin, 18 Mei 2026

PADA MALAM

Pada malam itu
Kau ketuk mimpi
Di atas dipan 
Dengkurnya menjalar

Dengan kopi ku bujuk mata
Agar tak menduakan kantuk

Namun tetap saja
Tubuhku terbaring
Mimpi bersimbah peluh

Minggu, 17 Mei 2026

SENJA DAN TROTOAR

Trotoar menikmati senja
Bangku pun bersantai

Di atas lampu menggapai
Menilap matahari di haribaan

Ku pesan secangkir kopi
Sepiring rasa lelah
Dan waktu luang

Angin hilir mudik di sekitar sepasang kekasih yang menerbangkan mimpi

Pada itu senja trotoar berdamai dengan waktu

Sabtu, 16 Mei 2026

SARAPAN

Sarapanku adalah pagi pancaroba
Secangkir kopi tenggelam dalam ingatan

Dan pahitnya merebak sejauh pandang
Hingga perut buncitku dipenuhi keluhan

Di pawon aromanya masih sama
Suara kayu dimakan api

Dan bayangan yang bergetar di dinding
Memenuhi ruang dengan tingkahmu

Sepiring luka telah ku santap
Upanya merayap di meja kayu asem

Ternyata pedih pun mengenyangkan
Serupa tikus di lumbung

PERNIKAHAN DAN KELUARGA

Bersatu kita keluarga Bercerai kita........... tetap keluarga Hanya lampu berkedip riang dan bunga plastik Kursi-kursi berbaris Tak saling s...