Senin, 27 April 2026

KETIKA LAGU ITU SAYUP SAMPAI

Karena malam tengah larut
Suara pun merambati sepi
Selarik nada sampai 
Di kuping mengungkit kenangan, 
Ah bukan, hanya ingatan tak lengkap
Seperti catatan di lembar terjaga 
Warna tintanya telah pudar

Lalu ruang pikirku mulai merapal lagu
Nada berhamburan di ruang hati
Sedikit demi sedikit menata pedih peri
Menjadi mozaik rindu 
Hingga tetes air mata mengalir sedih
Terperangkap dalam dukamu abadi

Minggu, 19 April 2026

BIMBANG

Pikiran memantik segala "ya" di setiap persimpangan
Namun hati hanya berkutat di ruang sempit kelabu ragu
Beribu doa dilarung menuju harap cemas
Kaki pun hanya diam terpana

Sambil menanti jawab istikharah turun dari langit
Sekadar diam tak jua menjumpai 
Penantian serupa seribu cemas menghunjam
Juga segenap beban yang membuat dada berdegup kencang

Kemudian pulung pun manjing
Ketikanya tak sadar karena hati dirudung ragu yang sembilu
Tiba-tiba hati lega dan pikiran setenang angin semilir
Bersih dan cerah oleh ide cemerlang

Rabu, 15 April 2026

KEMBALI MEMBACA

Sekian tahun buku telah ku pensiunkan
Hingga lupa bau kertas ketika membalik halaman

Di hadapan aku dan buku saling bersitatap
Judulnya besar hurufnya timbul
Ketika halaman pertama terbuka
Sekapur sirih dan pengantar berupa kata

Lalu lembar dihampar
Agar mudah terbaca
Namun huruf-huruf yang kecil mengecil
Memusingkan tatap hingga nanar

Kucoba dengan kaca hingga tatap jelas
Kembali ku tekuni frasa demi frasa
Setelah sepeminuman teh
Mata nyata lelah dan bahupun kaku

Kuletakkan buku di atas meja
Kulepas kaca dan kupejamkan mata

Senin, 13 April 2026

KETUPAT

Sebab lapar telah mencapai tenggorok
Maka ketupat sisa dua kuraih
Warna daun kelapanya telah coklat
Namun liur tetap saja

Lebaran kemarin ketupat tak menarik
Karena makanan tumpah ruah
Dari kue hingga kering
Dari sayur hingga santan. Keruh. 

Entah pisau yang tumpul
Telah kutetak beberapa kali
Tiada belah ketupat
Hanya remahan kecil bergulir

Akhirnya langsung kusuapkan
Ditambah sambal dan krupuk
Ternyata di tenggorokan tersedak
Setengah berlari kucari segelas air

PERJALANAN MELEWATI

Tahun-tahun menyemak
Dijelajahi jelatang dan meniran
Meranggas sebagai kenangan

Terkadang datang sebagai noktah
Berpijar antara ada tiada
Lalu tenggelam dalam renungan

Sebagaimana umbi di musim kemarau
Kita menggali dengan cangkul
Di tanah merekah hanya akar merana

Sebagai waktu jelajah mengendap
Berdiam di ceruk pikiran
Sambil mendaur ulang tekad

Selasa, 07 April 2026

TELISIK

Tidaklah kata sebagai jaminan
Sebab telisik memetakan
Membaca dan mengurai tanda
Sebagaimana pijakan di belantara

Buku telah genap terbaca
Rambu telah siap terungkap
Hijab telah nyata tersingkap

Kini kesimpulan telah
Kita datangi janji

Demikian telisik membuka nasab dan nasib

Sabtu, 04 April 2026

DUNIA SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA

Luka, nampaknya hanya akibat
Bayi tiada tangis karena lapar
Rumah pun tidak kuasa berlindung 
Karena darah masih berceceran di bumi lata

Setiap hari hujan adalah api dan runtuhan
Suaranya menelan jerit putus asa
Nyawa meregang tubuh terberai
Hilang sanak putus harapan

Kemanusiaan hanya mengintip di bilik perundingan
Dengan argumen dan debat kusir yang elegan
Di gedung-gedung batu bata bercat putih
Hidangan penutup serta gelas beradu menjadi saksi



KETIKA LAGU ITU SAYUP SAMPAI

Karena malam tengah larut Suara pun merambati sepi Selarik nada sampai  Di kuping mengungkit kenangan,  Ah bukan, hanya ingatan tak lengkap ...