Senin, 02 November 2026

KOPI PAGI

Selamat kopi, pagi
Pahitnya hanya sekadar rasa
Di lidah ia menyecap, sekejap
Lalu hilang bersama angin

Dan ampas, 
merambat dari dasar cangkir
Mencari jejak, 
menyusuri hingga bibir

Pagi telah terbang mengikuti angin
Meninggalkan diamku 
Dengan sisa kopi yang mengendap
Ku tenggak hari berpeluh

Minggu, 01 November 2026

STEINBECK

Di manapun para Paisano menjejak kaki, 
tersungkur di selokan karena Julep, 
di belahan dada pelacur tua, 
mengacak tempat sampah mencari sisa

Akhirnya selalu rumah. 
Keluarga.

Para Okie
Dengan truk tua, merangkak
Terus membanjiri Barat
Menuju tanah perjanjian

Di sana impian dibangun, 
menjadi rumah menjadi keluarga

Selasa, 20 Oktober 2026

UNGSI

Mengapa tak kau letakkan kabar

Sekedipan mata kau hilang
Tak dunia yang kita bentuk
Masa muda yang kita reguk

Sesungguhnyalah rindu membutuhkan kabar

Takkan kau dirundung suasana
Meresap dari udara ke pori 
Hingga tersungkur tidur di bangku taman

Sahabat, di manakah gerangan? 

Ku sebar kabar
Di langit, bumi, angin, delapan penjuru
Kau hilang mengungsi ke ketiadaan

Minggu, 18 Oktober 2026

HUTAN

Rangkong hanya terpana, sedih
Lalu terbang tak tentu arah
Melintasi asap yang tertiup angin
Pasangannya terbakar bersama hutan

Di pinggir api meranggas
Induk orangutan menggendong 
bayi yang memeluk dada 
Nafasnya tersengal

Api terus merambat
Dihembus panas kemarau yang angin
Mendatangi rumah dan huma. Dilahap. 
Hingga tersisa sesak dan air mata

Kemarau telah datang menggiring
Diwakili puntung dan sebatang korek
Diubahnya wajah belantara
Menjadi perkebunan ketika hujan tiba

Minggu, 11 Oktober 2026

BERTEMU KAWAN LAMA

Ketika sekejap menatap
Layar ketika berkedip
Seranta siluet wajah
Mata memancar lelah

Kuketik pesan di papan
Kutunggu jawab dalam harap
Sebentar kursor berkedip
Sebaris kalimat pendek. Bertanya. 

Maaf, 
apakah kita pernah sua?
Dimana? Dan kapan?

Aku terhenyak 
Jemariku bisu
Mataku nanar habis kata

Senin, 05 Oktober 2026

LOMBA

Nampaknya lampu menatap, nyalang
Tensi merayap di dalam ruang
Separuh mata menatap podium
Sisanya gelisah dalam diam

Peralatan di atas panggung 
dingin menatap peserta
Suara pembawa acara serak 
membawa dan mengumumkan acara

Setelah persiapan, 
pengumuman
Peserta pertama dipanggil 
dan menaiki panggung

Memberi hormat,
lalu memulai lomba 
Duduk di depan piano. 
Tegang. 

Minggu, 27 September 2026

KEBAKARAN

Hutan terbakar; itupun jika disebut hutan
Api berkobar karena salah kemarau
Dan dosa angin yang meniup hingga tetangga
Tiada ada dosa puntung rokok
Tak pula perambah

Orangutan menggendong bayinya. 
Hilang itu rumahnya.
Burung hilang sarang tempat hinggap
Orang di hutan menghirup asap. Pengap. 

Demikian laporan kebakaran hutan di luar pulau
Berita utama televisi nasional

Kuambil remote laku kumatikan
Sisa kopi pagi ku seruput
hingga hanya tersisa dinginnya
Lalu ku lanjutkan hidup

KOPI PAGI

Selamat kopi, pagi Pahitnya hanya sekadar rasa Di lidah ia menyecap, sekejap Lalu hilang bersama angin Dan ampas,  merambat dari dasar cangk...