Minggu, 21 Juni 2026

PESAWAT

Kopiku gemetar
             Bibir mengatup

Seperti geram
Membelah langit
Lewat suara
Lalu melesat

Demi waktu
Ia penuju
Dibalik halimun

Kopi ku seruput
             Lidah melumat bibir

PENGAJIAN

Dikutipnya ayat dengan fasih 
hingga tajam bilah
Mata lapar menatap, liar

Lalu dimuntahkannya podium 
dengan ketidakadilan
Itu mulut menghujat, hingga liur

Janji menjadi lagu tidur 
meninabobokan keadilan
Menjadi candu, menjadi suar

Setelah ilmu 
agitasi dan provokasi
Dengan taklid berteriak, revolusi

Rabu, 17 Juni 2026

WANITA DI JALANAN

Wanita dan gelas plastik
Berbincang tentang kopi
Aromanya terbawa angin

Senjapun tengah turun
Dengan lembut menyusur
Teringat belai tanganmu, lembut

Dan jalan terhampar
Seperti permadani
Masuki malam gundah

Minggu, 14 Juni 2026

BARISAN TANPA WAJAH

Jalan di rentang siang

Itu debu; 
itu angin; 
itu jejak langkah; 
kering kemarau. 

Menuntut; 
bersorak; 
beradu; 
hingga korban. 

Jalan terpecik darah. Tumbal. 

Sabtu, 13 Juni 2026

MENGALIR MENGHILIR

Di secangkir kopi berhamburan kata
         Nyaris habiskan separuh waktu

Sedangkan kita masih tersandera
         Seperti terikat di buhul janji

Ah, malam tak sekonyong-konyong tua
         Hanya saja  mata terhalang oleh bulan

Dan tegukan terakhir beraroma rindu

Kamis, 11 Juni 2026

MEJA KAYU SEPASANG KURSI

Sepasang kursi tak bertengkar
Hanya saja beradu lutut
Di atas taplak hilang bayang
Noktah kopi kering

Meja kayu dengan goresan
Merangkap hari dan malam
Secangkir kopi dingin
Menjelaskan senja

Setelah percakapan
Sebentar diam
Tegukan terakhir
Lalu pergi

Rabu, 10 Juni 2026

SATU TAHUN KEMUDIAN

Aku menghitung bulan dan tahun, 
sebagai anak bermain, 
dengan jari tangan 
sebagai ingatan

Sambil menunggu, 
ku hirup sepi, 
rasanya sepahit kopi emak, 
dan tak halau walau angin

Di tempat yang sama, 
diam ku, 
di kursi penantian, 
sebab waktu

Setelah bayanganmu, 
bau tubuhmu lavender, 
dan sketsa wajah, 
kita hanya hadir sekadar kenangan

PESAWAT

Kopiku gemetar              Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...