Tito dari Kediri
Selasa, 30 Juni 2026
KISAH GIZI
Di dapur,
polisi memasak,
tentara menanak,
dan perempuan beranak
Karena pintar dimulai dari perut.
BADUT
Badut di pinggir jalan
Badut di podium
Yang satu menadah recehan
Yang lain merecehkan lecehan
Perut kosong hanya butuh disuapi
Pikiran kosong terinfeksi
Minggu, 28 Juni 2026
DISKUSI
Gendong saja ide
Sebab traktor butuh bahan bakar untuk mengeluh
Jangan lupa janji diulang
Sebagai mimpi basah
Perekat kekuasaan
Sambil menyoja
Pamit
Sambil memanggul malu
BERPISAH
Diiringi sepatah kata dua
Ku larung dirimu
Dengan seulas senyum
Jangan lupa buah tangannya
Separuh hari kemarau
Panas dan kering.
Jika ada seikat rindu
Ikuti saja kotaku, sunyi
Di sana kedai kecil
Semerbak dengan robusta yang disangrai
Sabtu, 27 Juni 2026
MALAM MINGGU INI
Langit sumringah
Maka kemarau bertandang
Lampu jalan tersenyum malu
Dan secangkir kopi diseduh malam
Berbagi pahit hingga teman bincang
Lagu usang lirih
Dari tepiannya kafe
Di ujung ia merintih
Lalu kopipun larut
Jumat, 26 Juni 2026
SAAT MENUNGGU KAU DATANG
Waktu pun berhenti
Sayapnya lunglai
Kereta tak membawa kabar
Hanya saja tiupan peluit
Bangku menatap ku
Seolah hilang percaya
Namun waktu tetap diam
Tenggelam dalam gelisah
Mataku menelisik di kejauhan
Semoga kau tiba
Sumringah senyummu
Ketika pintu tengadah
Minggu, 21 Juni 2026
PESAWAT
Kopiku gemetar
Bibir mengatup
Seperti geram
Membelah langit
Lewat suara
Lalu melesat
Demi waktu
Ia penuju
Dibalik halimun
Kopi ku seruput
Lidah melumat bibir
Postingan Lama
Beranda
Langganan:
Postingan (Atom)
KISAH GIZI
Di dapur, polisi memasak, tentara menanak, dan perempuan beranak Karena pintar dimulai dari perut.
DAUN MUSIM
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
GANTI MUSIM
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
EMBUN
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...