Minggu, 28 Juni 2026

DISKUSI

Gendong saja ide
Sebab traktor butuh bahan bakar untuk mengeluh

Jangan lupa janji diulang
Sebagai mimpi basah
Perekat kekuasaan

Sambil menyoja
Pamit
Sambil memanggul malu

BERPISAH

Diiringi sepatah kata dua
Ku larung dirimu
Dengan seulas senyum

Jangan lupa buah tangannya
Separuh hari kemarau
Panas dan kering. 

Jika ada seikat rindu
Ikuti saja kotaku, sunyi
Di sana kedai kecil
Semerbak dengan robusta yang disangrai

Sabtu, 27 Juni 2026

MALAM MINGGU INI

Langit sumringah
Maka kemarau bertandang
Lampu jalan tersenyum malu

Dan secangkir kopi diseduh malam
Berbagi pahit hingga teman bincang

Lagu usang lirih 
Dari tepiannya kafe
Di ujung ia merintih

Lalu kopipun larut

Jumat, 26 Juni 2026

SAAT MENUNGGU KAU DATANG

Waktu pun berhenti
Sayapnya lunglai
Kereta tak membawa kabar
Hanya saja tiupan peluit

Bangku menatap ku
Seolah hilang percaya
Namun waktu tetap diam
Tenggelam dalam gelisah

Mataku menelisik di kejauhan
Semoga kau tiba 
Sumringah senyummu
Ketika pintu tengadah


Minggu, 21 Juni 2026

PESAWAT

Kopiku gemetar
             Bibir mengatup

Seperti geram
Membelah langit
Lewat suara
Lalu melesat

Demi waktu
Ia penuju
Dibalik halimun

Kopi ku seruput
             Lidah melumat bibir

PENGAJIAN

Dikutipnya ayat dengan fasih 
hingga tajam bilah
Mata lapar menatap, liar

Lalu dimuntahkannya podium 
dengan ketidakadilan
Itu mulut menghujat, hingga liur

Janji menjadi lagu tidur 
meninabobokan keadilan
Menjadi candu, menjadi suar

Setelah ilmu 
agitasi dan provokasi
Dengan taklid berteriak, revolusi

Rabu, 17 Juni 2026

WANITA DI JALANAN

Wanita dan gelas plastik
Berbincang tentang kopi
Aromanya terbawa angin

Senjapun tengah turun
Dengan lembut menyusur
Teringat belai tanganmu, lembut

Dan jalan terhampar
Seperti permadani
Masuki malam gundah

DISKUSI

Gendong saja ide Sebab traktor butuh bahan bakar untuk mengeluh Jangan lupa janji diulang Sebagai mimpi basah Perekat kekuasaan Sambil menyo...