Dijelajahi jelatang dan meniran
Meranggas sebagai kenangan
Terkadang datang sebagai noktah
Berpijar antara ada tiada
Lalu tenggelam dalam renungan
Sebagaimana umbi di musim kemarau
Kita menggali dengan cangkul
Di tanah merekah hanya akar merana
Sebagai waktu jelajah mengendap
Berdiam di ceruk pikiran
Sambil mendaur ulang tekad