Minggu, 27 September 2026

KEBAKARAN

Hutan terbakar; itupun jika disebut hutan
Api berkobar karena salah kemarau
Dan dosa angin yang meniup hingga tetangga
Tiada dosa puntung rokok qillahul


Orangutan menggendong bayinya. 
Hilang itu rumahnya. 
Orang di hutan menghirup asap. Pengap. 

Demikian laporan kebakaran hutan di luar pulau
Berita utama televisi nasional

Kuambil remote laku kumatikan
Sisa kopi pagi ku seruput
hingga hanya tersisa dinginnya

Rabu, 23 September 2026

BAU ITU

Tiba-tiba saja bau itu menyergap, 
antara ada dan tiada

Aroma tubuhmu dan pewangi kodian,
membangkitkan ingatan

Kesadaranku perlahan mengendap
Menggenangi segenap rindu dendam

Sebagaimana bau membuka kunci
Segala kecewa berhamburan terburai

Ada sedih meringkuk di sana
Diikat oleh temali kenangan

Sedangkan ingatan sulit membalik halaman
Karena pada pedih segenap cerita terangkum

Jumat, 18 September 2026

AKAD

Semburan cahaya lampu seolah meradang
Keringat jua meregang
Menahan gugup hingga tegang

Suasana dicoba sakral
Petatah petitih dan doa
Siang kian merebak

Sesaat wahyu tumurun
Tangan pun berjabat
Akad beserta mahar sebagai saksi

Minggu, 13 September 2026

JEJAK MENUJU PULANG

Ketikanya setelah kopi
Pikiran mengajuk jarak
Waktu pun tak sejenak

Dimana itu malam tiada bintang
Sedangkan langkah yang terbilang
Mengeja jejak, 
hingga waktu yang jarak


Jumat, 11 September 2026

RUANGKU SUNYI

Meja kursi bersitatap
Di antaranya ada senyap
Secawan kopi hilang aroma
Karena suasana kian renta

Aku tercenung
Tiada suara hilang kata
Hanya desah, 
diam sepahit kopi

Jumat, 04 September 2026

KOSONG

Senja, 
          ketika kopi

Langit masih terawang
di antara awan yang terbang

Di sekujurnya hanya kosong 
dan sunyi. Sahabat lama. 

Sisa kopi, ampas, 
        mendesis di cangkir

Selasa, 25 Agustus 2026

LEGENDA KEMATIAN

Dan tujuh adalah korban. 
Atau tumbal? 
Negeri pun bersimbah darah, 
sesama saling menjagal. 

Akar rumput sebagai soko guru, 
dicuci oleh kebencian, 
diarit oleh palu, 
dimamah oleh dendam

Lalu api melalap, 
hingga duka pun luka
Sambil mengulum senyum, 
sang pemimpin menggantang asap

KEBAKARAN

Hutan terbakar; itupun jika disebut hutan Api berkobar karena salah kemarau Dan dosa angin yang meniup hingga tetangga Tiada dosa puntung ro...