Pahitnya hanya sekadar rasa
Di lidah ia menyecap, sekejap
Lalu hilang bersama angin
Dan ampas,
merambat dari dasar cangkir
Mencari jejak,
menyusuri hingga bibir
Pagi telah terbang mengikuti angin
Meninggalkan diamku
Dengan sisa kopi yang mengendap
Ku tenggak hari berpeluh