Selasa, 10 Februari 2026

PERJANJIAN

Karena hidup kian sempit menghimpit
Dan celana semakin longgar
Maka berangan-angan pun sulit
Sebab tiada obyek selain lapar

Di kantong masih sisa recehan
Hasil banting dan keringat rodi
Cukup untuk sekali makan
Dan sebatang rokok minus cukai

Antara melangkah dan diam
Antara makan dan kopi
Ada rokok di keduanya
Ada kenyang di antaranya

Kamis, 05 Februari 2026

TERUS MENGHILIR

Tetaplah melarung 
mengantar daun jatuh
Sebagaimana cinta 
menebar mimpi yang rindu
Sedangkan kata meratap 
merapal mantra puja
Namun kau tetap menatap harapan 
dari bibir pantai


Minggu, 01 Februari 2026

JANGAN TUNGGU LAMA

Tidaklah menunggu 
bahkan menunda
Sebab tiada hasil nir keringat

Harga... 
Nilai... 
Dinisbahkan pada waktu
Ditasbihkan lewat air mata

Sabtu, 31 Januari 2026

MALAM-MALAM KOTA

Wajah langit masih tetap sama
Bintang berkedip memicingkan mata
Menyimpan serinya di antara sisa awan kumulus
Tak angin hanya sumuk terendus

Trotoar mulai berdandan
Bangku berjejer nontoni
Sepasang kekasih jalan berdempetan
Sinar lampu bercampur purnama melukis bayangan

Taman kota tiang tinggi
Tanaman semak merambat
Segerombolan muda mudi bercengkrama
Suaranya terbawa suasana

Dua beca diparkir dekat warung kopi
Pengemudinya tua duduk di jok depan
Pemandangan langka di belantara kota
Karena mesin telah menggantikan

Di keriaan sepanjang jalan 
Klakson berteriak menyalib
Bersahutan dengan petir membelah langit
Tiba-tiba hujan turun tanpa kulonuwun

Kamis, 29 Januari 2026

TUGAS

Tugas tengah menantang
Tak ada tenggat
Hanya saja percaya diri

Ku bentangkan masalah di ruang pikir
Ku susun satu persatu seperti teka teki
Ku luruskan setiap bersua labirin
Ku simpan sebagai jawab tertulis

Tugas telah terlepas belenggu
Tersusun sebagai jawab
Dan keyakinan berpuas diri

Senin, 26 Januari 2026

OMONG KLOBOT

Di atas, meja dan kursi saling bersitatap
Secangkir kopi nyaris sisa
Kabar bertukar tanya berbagi
Suasana hati sehangat pagi

Ditemani sepiring kudapan 
Topik loncat dari satu ke lain hal
Lampu pun telah menyerah
Namun tetap saja analisa dibedah kata

Setelahnya habis topik berganti
Suasana tampak rikuh
Mengulang pun tak
Hanya diam tiada nyaman

Rabu, 21 Januari 2026

SEJENAK KAU DATANG SECEPAT KAU PERGI

Siang terperangkap dalam mendung
Angin mengabarkan bau tanah
Lalu hujan mengepung jendela kamar
Sehingga pandangan jadi kelabu

Sejenak hujan menggerung
Luruh di haribaan bumi
Secepat rintik berhenti
Melewatkan jejak di genangan

Tidak, ia tak meninggalkan begitu saja
Masih ada dingin menggigit
Wajah langit yang kelu
Dan sisa tangis gerimis

PERJANJIAN

Karena hidup kian sempit menghimpit Dan celana semakin longgar Maka berangan-angan pun sulit Sebab tiada obyek selain lapar Di kantong masih...