Lalu terbang tak tentu arah
Melintasi asap yang tertiup angin
Pasangannya terbakar bersama hutan
Di pinggir api meranggas
Induk orangutan menggendong
bayi yang memeluk dada
Nafasnya tersengal
Api terus merambat
Dihembus panas kemarau yang angin
Menandatangi rumah dan huma. Dilahap.
Hingga tersisa sesak dan air mata
Kemarau telah datang menggiring
Diwakili puntung dan sebatang korek
Dirubahnya wajah belantara
Menjadi perkebunan ketika hujan tiba