Sabtu, 23 Mei 2026

DEMI MALAM

Ku undang malam ke haribaan 
Mimpi terbenam pada secangkir kopi

Lihat, di tembok bintang tersangkut
Pendarnya bersemu kilau

Perlahan ku seruput waktu
Pahitnya menempel hingga kelu

Sepotong lagu berkumandang
Mengantar laku pada kantuk

Mari berbaring, nestapa
Pejamkan mata matikan rasa

Sisa malam cukuplah padamkan harap
Hingga esok bersua kerap

Jumat, 22 Mei 2026

AKU, KOPI DAN HENING

Secangkir kopi 
Diseduh pahit getir 
Dari asapnya tercium tanggal tua

Pikiranku tenggelam
Di dasar cangkir
Terngiang senja

Seseorang berbisik di otak
Selintas hening
Malam pun purwa

Senin, 18 Mei 2026

PADA MALAM

Pada malam itu
Kau ketuk mimpi
Di atas dipan 
Dengkurnya menjalar

Dengan kopi ku bujuk mata
Agar tak menduakan kantuk

Namun tetap saja
Tubuhku terbaring
Mimpi bersimbah peluh

Minggu, 17 Mei 2026

SENJA DAN TROTOAR

Trotoar menikmati senja
Bangku pun bersantai

Di atas lampu menggapai
Menilap matahari di haribaan

Ku pesan secangkir kopi
Sepiring rasa lelah
Dan waktu luang

Angin hilir mudik di sekitar sepasang kekasih yang menerbangkan mimpi

Pada itu senja trotoar berdamai dengan waktu

Sabtu, 16 Mei 2026

SARAPAN

Sarapanku adalah pagi pancaroba
Secangkir kopi tenggelam dalam ingatan

Dan pahitnya merebak sejauh pandang
Hingga perut buncitku dipenuhi keluhan

Di pawon aromanya masih sama
Suara kayu dimakan api

Dan bayangan yang bergetar di dinding
Memenuhi ruang dengan tingkahmu

Sepiring luka telah ku santap
Upanya merayap di meja kayu asem

Ternyata pedih pun mengenyangkan
Serupa tikus di lumbung

Selasa, 12 Mei 2026

BANCAKAN

Rencana selalu menuai 
Tangkainya menjuntai
Di pinggirnya melingkupi 
Dikitari oleh gerigi

Berjalannya waktu
Kebutuhan mengepung
Kesempatan terbentur nasib
Rogohlah sebanyak genggaman

Jika hanya meraup
Di bibir terkatup
Hati jua berdegup
Dan tangan merambah, tetap 

Minggu, 10 Mei 2026

SECANGKIR KOPI PAHIT

Ku reguk panasnya hari
Hingga kopi tersungkur di haribaan
Hitamnya melarutkan nestapa
Seperti impian dalam semusim

Ketika bibir cangkir menghirup aroma
Segala capai lelah mengendap
Sebagai ampas ia berkeluh, berpeluh
Menetes hingga menggenangi

Teguk terakhir sebagai penggenapan
Pergumulan manis dan pahit
Mulut pun dipenuhi sumba
Ucap pun hening sebab tuba

DEMI MALAM

Ku undang malam ke haribaan  Mimpi terbenam pada secangkir kopi Lihat, di tembok bintang tersangkut Pendarnya bersemu kilau Perlahan ku seru...