Tentang dunia yang senantiasa renta
Hingga punggung pun mengaduh
Menahan duka nestapa
Sebentar kita tanggalkan dunia yang fana
Di pawon ditemani secangkir kopi
Dengan lelatu dan asap yang terbang
Dan angin hanya berdesir membawa gundah
Setelah lelah terbayar tunai
Sisa kopi diseruput, menggenapi
Dengan langkah tertatih
Kita songsong di timur matahari