Jumat, 24 Juli 2026

ANGIN MUSIM

Angin musim selalu datang 
dengan membawa lelah
Dan debu sebagai pupur 
menghiasi wajah musim

Ku seduh kopi sore 
di antara manis pahitnya
Lidah mencicipi 
hingga genap aromanya

Aku menemani 
hingga senja sehitam kopi
Sebagai lambaian perpisahan 
gemerisik di antara dedaunan

Kamis, 23 Juli 2026

AMPAS KOPI

Ampas kopi di dasar cangkir 
mengeluh, 
mengapa hanya air seduhan 
yang memanjat hingga pikiran

Sedangkan antaranya lidah, 
pahit manis, 
tak jua beranjak


Jumat, 17 Juli 2026

BACOT

Kata-kata
          Warna emosimu
Memercik ludah
          Menuduh

Pada akar rumput segala dosa dikandung

Lalu, 
kau teriak santun, 
jika tak hendak hukuman

Sedangkan mimpi jelata 
hanya digarami janji

Selasa, 14 Juli 2026

DIBALIK NALAR MERAH PUTIH

Karena merah putih hendak berdagang
Maka saingan harus tiarap

Dengan semangat perubahan, 
koperasi di buka di tengah sawah, 
di dalam hutan, 
di lereng gunung, 
di tempat jin buang anak

Karena merah putih hendak berdagang
Maka pengurus wajib kuat lahir batin

Dengan dimentori tentara, 
di kawah Candradimuka, 
jiwa dan raga digembleng, 
dengan tumbal kelulusan nyawa melayang

Karena merah putih hendak berdagang
Mari giatkan mengeruk duit rakyat sebagai modal

Lalu modal dibagi, 
sekian persen untuk oknum, 
sekian persen untuk pendukung, 
sekian persen untuk partai, 
sekian persen untuk perangkat, 
dan dengan sisanya kita hidupkan koperasi

Sabtu, 11 Juli 2026

SEPANJANG PENEGAK HUKUM

Menangkap seragam
Ditangkap seragam 
Tertangkap seragam

Seragam mana lagi yang kau nistakan? 

Rabu, 08 Juli 2026

SEPANJANG KAFE

Sepanjang kafe memanggil
Kedip lampu dan kerlip nama asing

Keluar masuk menawar kopi
Di meja berbagi

Adakalanya kita mencari suasana
Dengan kudapan hangat dan pasang omong

Seringnya hanya ditemani secangkir kopi
Dan diam yang sembunyi

Minggu, 05 Juli 2026

BULAN DAN JULI

Setelah menyisir beberapa malam
Ternyata kau tak menetap
Aku nyaris tersesat
Diantara pendar bintang

Lalu ku pentang jendela
Derit kuncinya berkarat
Mengagetkan dan menggebah
Dan kau berjingkat

Ketika ku datangi perigi
Wajahmu bergetar di antara riak
Lalu seulas senyum perpisahan
Kulesakkan di dasar hati

ANGIN MUSIM

Angin musim selalu datang  dengan membawa lelah Dan debu sebagai pupur  menghiasi wajah musim Ku seduh kopi sore  di antara manis pahitnya L...