Rabu, 17 Juni 2026

WANITA DI JALANAN

Wanita dan gelas plastik
Berbincang tentang kopi
Aromanya terbawa angin

Senjapun tengah turun
Dengan lembut menyusur
Teringat belai tanganmu, lembut

Dan jalan terhampar
Seperti permadani
Masuki malam gundah

Minggu, 14 Juni 2026

BARISAN TANPA WAJAH

Jalan di rentang siang

Itu debu; 
itu angin; 
itu jejak langkah; 
kering kemarau. 

Menuntut; 
bersorak; 
beradu; 
hingga korban. 

Jalan terpecik darah. Tumbal. 

Sabtu, 13 Juni 2026

MENGALIR MENGHILIR

Di secangkir kopi berhamburan kata
         Nyaris habiskan separuh waktu

Sedangkan kita masih tersandera
         Seperti terikat di buhul janji

Ah, malam tak sekonyong-konyong tua
         Hanya saja  mata terhalang oleh bulan

Dan tegukan terakhir beraroma rindu

Kamis, 11 Juni 2026

MEJA KAYU SEPASANG KURSI

Sepasang kursi tak bertengkar
Hanya saja beradu lutut
Di atas taplak hilang bayang
Noktah kopi kering

Meja kayu dengan goresan
Merangkap hari dan malam
Secangkir kopi dingin
Menjelaskan senja

Setelah percakapan
Sebentar diam
Tegukan terakhir
Lalu pergi

Rabu, 10 Juni 2026

SATU TAHUN KEMUDIAN

Aku menghitung bulan dan tahun, 
sebagai anak bermain, 
dengan jari tangan 
sebagai ingatan

Sambil menunggu, 
ku hirup sepi, 
rasanya sepahit kopi emak, 
dan tak halau walau angin

Di tempat yang sama, 
diam ku, 
di kursi penantian, 
sebab waktu

Setelah bayanganmu, 
bau tubuhmu lavender, 
dan sketsa wajah, 
kita hanya hadir sekadar kenangan

Senin, 08 Juni 2026

PESUGIHAN

I. 
Dengan sedikit paham
Ku baca deret angka dan huruf
Garis naik turun dan nasehat

Dengan segepok nominal
Ku pertaruhkan peruntungan
Dan harap cemas

II. 
Mak, 
doakan usahaku hasil

Proyek ini kecil
Untuk menyambung hari
Namun aku butuh
Agar dapat memperpanjang asa

Doakan juga hutang ku lunas, Mak

III. 
Lengkapi uba rampe
Kembang tujuh rupa
Air tujuh sumur
Lalu nyalakan pedupaan

Bertapa lah di rindang pohon  wijayakusuma. Di pelataran. 
Jika daunnya jatuh di pangkuan
Ada jodoh dengan mbah Jogo
Maka hasil apa yang di dikandung batin

Sabtu, 06 Juni 2026

MEMBACA

Ku buka lembar halaman
sebagaimana permukaan danau. Tak riak. 
Setiap katanya kembara
melewati batas angan

Dari cahayanya; bintang 
ku petik cerita, dan
ku letakkan di belantara pikiran

Setelah membaca sekian tanya
Mengeja artinya 
di balik huruf ia merebak
sebagai lelah pada mata

WANITA DI JALANAN

Wanita dan gelas plastik Berbincang tentang kopi Aromanya terbawa angin Senjapun tengah turun Dengan lembut menyusur Teringat belai tanganmu...