Rabu, 04 Maret 2026

PERANG TELAH KEMBALI

Ketika malam bintang
Kembang api terbilang
Membakar amarah temberang
Memanen jiwa hilang terbang

Ada gaduh hingga jerit mengaduh
Ribuan nyawa dan runtuhan besi beton
Air mata dan bau mesiu
Wajah-wajah pucat tersaput debu

Demi darah demi tanah leluhur
Kita lipat hari dengan raung
Tubuh terkapar tercerai
Tangis adalah sesaji

Selasa, 24 Februari 2026

PUDAR

Ketikanya matahari bersua senja
Warnanya bersolek hingga jingga
Diserunya bulan agar purnama ia
Lalu diantarnya menuju pangkuan

Matahari melipat sinarnya, lembut
Hingga jelaga itu langit
Lalu malam melebur
Melingkupi bumi

Selasa, 17 Februari 2026

SEDEKAH BUMI

Hujan turun dan telah
Bumi pun hilang gerah
Warnanya segaris cerah
Antara riang yang gelisah

Dengan setangkup sajen
Kembang tujuh rupa
Teronggok di pelepah malam

Bersama doa dan asap dupa
Dilarungnya harapan
Di malam penuh puja
Binatang pun berpendar

Sabtu, 14 Februari 2026

TA'ZIAH

Dengan menggenggam sekadar duka
Kita sebarkan serumpun doa di pusara
Dan seikat gugur bunga

Di pelataran senja,
saat serangga malam birahi, 
orang duduk bersimpuh
Sedih dan air mata berpilin

Sambil membisikkan nama
Kita mengingat
Kita berbela sungkawa

Setelah cukup simpati, 
kitapun tetapi pamit, 
melanjutkan hidup. 

Selasa, 10 Februari 2026

PERJANJIAN

Karena hidup kian sempit menghimpit
Dan celana semakin longgar
Maka berangan-angan pun sulit
Sebab tiada obyek selain lapar

Di kantong masih sisa recehan
Hasil banting dan keringat rodi
Cukup untuk sekali makan
Dan sebatang rokok minus cukai

Antara melangkah dan diam
Antara makan dan kopi
Ada rokok di keduanya
Ada kenyang di antaranya

Kamis, 05 Februari 2026

TERUS MENGHILIR

Tetaplah melarung 
mengantar daun jatuh
Sebagaimana cinta 
menebar mimpi yang rindu
Sedangkan kata meratap 
merapal mantra puja
Namun kau tetap menatap harapan 
dari bibir pantai


Minggu, 01 Februari 2026

JANGAN TUNGGU LAMA

Tidaklah menunggu 
bahkan menunda
Sebab tiada hasil nir keringat

Harga... 
Nilai... 
Dinisbahkan pada waktu
Ditasbihkan lewat air mata

PERANG TELAH KEMBALI

Ketika malam bintang Kembang api terbilang Membakar amarah temberang Memanen jiwa hilang terbang Ada gaduh hingga jerit mengaduh Ribuan nyaw...