Jumat, 18 September 2026

AKAD

Semburan cahaya lampu seolah meradang
Keringat jua meregang
Menahan gugup hingga tegang

Suasana dicoba sakral
Petatah petitih dan doa
Siang kian merebak

Sesaat wahyu tumurun
Tangan pun berjabat
Akad beserta mahar sebagai saksi

Minggu, 13 September 2026

JEJAK MENUJU PULANG

Ketikanya setelah kopi
Pikiran mengajuk jarak
Waktu pun tak sejenak

Dimana itu malam tiada bintang
Sedangkan langkah yang terbilang
Mengeja jejak, 
hingga waktu yang jarak


Jumat, 11 September 2026

RUANGKU SUNYI

Meja kursi bersitatap
Di antaranya ada senyap
Secawan kopi hilang aroma
Karena suasana kian renta

Aku tercenung
Tiada suara hilang kata
Hanya desah, 
diam sepahit kopi

Jumat, 04 September 2026

KOSONG

Senja, 
          ketika kopi

Langit masih terawang
di antara awan yang terbang

Di sekujurnya hanya kosong 
dan sunyi. Sahabat lama. 

Sisa kopi, ampas, 
        mendesis di cangkir

Selasa, 25 Agustus 2026

LEGENDA KEMATIAN

Dan tujuh adalah korban. 
Atau tumbal? 
Negeri pun bersimbah darah, 
sesama saling menjagal. 

Akar rumput sebagai soko guru, 
dicuci oleh kebencian, 
diarit oleh palu, 
dimamah oleh dendam

Lalu api melalap, 
hingga duka pun luka
Sambil mengulum senyum, 
sang pemimpin menggantang asap

Sabtu, 22 Agustus 2026

MIMPI BURUK

Karena mimpi buruk bermakna merah
Kuseduh saja kopi dengan air mata
Agar kantuk tenggelam di dasarnya 

Dengan seksama kuteguk setegukan kopi
Sepenanak nasi kemudian mata pun merah
Hinggap menatap mimpi dan bersitatap

Semakin merah ruang
Semakin detak waktu
Dan tidur adalah satu keniscayaan

NGOMONG SAMA ANGIN

Sore itu kuundang angin
Lalu ia duduk dan menatap kopiku
Hingga nyaris dingin dibuatnya

Kutanya padanya, 
mengapa kau meniupnya?

Ia hanya diam 
lalu mendatangi dedaunan
Bersamanya ia terbang menyerbuki sisa kopiku

AKAD

Semburan cahaya lampu seolah meradang Keringat jua meregang Menahan gugup hingga tegang Suasana dicoba sakral Petatah petitih dan doa Siang ...