Minggu, 03 Mei 2026

PEZIARAH

Hanya barisan 
tanpa wajah
Setiap langkah 
antaranya doa

Dari penjuru 
peziarah mengerubung
Rindu nendelu
hati bertalu

Bibir berkemik 
menahan isak
Perjumpaan di rumahMu 
sebuah undangan

Kamis, 30 April 2026

GANTI SISTEM

Sebab usiaku kian beranjak
Kebiasaan telah berkarat
Maka mendaftar adalah baru
Dengan terhuyung kucari pembantu

Tombol HP seperti mengejek
Karena jari gemetar jua
Sekejap sekian waktu
Namun daftar tak hendak

Sedikit gelisah ku coba ulang
Menekan dan menekan
Layar hanya berkedip 
Tertulis kalimat "masukkan sandi"

Senin, 27 April 2026

KETIKA LAGU ITU SAYUP SAMPAI

Karena malam tengah larut
Suara pun merambati sepi
Selarik nada sampai 
Di kuping mengungkit kenangan, 
Ah bukan, hanya ingatan tak lengkap
Seperti catatan di lembar terjaga 
Warna tintanya telah pudar

Lalu ruang pikirku mulai merapal lagu
Nada berhamburan di ruang hati
Sedikit demi sedikit menata pedih peri
Menjadi mozaik rindu 
Hingga tetes air mata mengalir sedih
Terperangkap dalam dukamu abadi

Minggu, 19 April 2026

BIMBANG

Pikiran memantik segala "ya" di setiap persimpangan
Namun hati hanya berkutat di ruang sempit kelabu ragu
Beribu doa dilarung menuju harap cemas
Kaki pun hanya diam terpana

Sambil menanti jawab istikharah turun dari langit
Sekadar diam tak jua menjumpai 
Penantian serupa seribu cemas menghunjam
Juga segenap beban yang membuat dada berdegup kencang

Kemudian pulung pun manjing
Ketikanya tak sadar karena hati dirudung ragu yang sembilu
Tiba-tiba hati lega dan pikiran setenang angin semilir
Bersih dan cerah oleh ide cemerlang

Rabu, 15 April 2026

KEMBALI MEMBACA

Sekian tahun buku telah ku pensiunkan
Hingga lupa bau kertas ketika membalik halaman

Di hadapan aku dan buku saling bersitatap
Judulnya besar hurufnya timbul
Ketika halaman pertama terbuka
Sekapur sirih dan pengantar berupa kata

Lalu lembar dihampar
Agar mudah terbaca
Namun huruf-huruf yang kecil mengecil
Memusingkan tatap hingga nanar

Kucoba dengan kaca hingga tatap jelas
Kembali ku tekuni frasa demi frasa
Setelah sepeminuman teh
Mata nyata lelah dan bahupun kaku

Kuletakkan buku di atas meja
Kulepas kaca dan kupejamkan mata

Senin, 13 April 2026

KETUPAT

Sebab lapar telah mencapai tenggorok
Maka ketupat sisa dua kuraih
Warna daun kelapanya telah coklat
Namun liur tetap saja

Lebaran kemarin ketupat tak menarik
Karena makanan tumpah ruah
Dari kue hingga kering
Dari sayur hingga santan. Keruh. 

Entah pisau yang tumpul
Telah kutetak beberapa kali
Tiada belah ketupat
Hanya remahan kecil bergulir

Akhirnya langsung kusuapkan
Ditambah sambal dan krupuk
Ternyata di tenggorokan tersedak
Setengah berlari kucari segelas air

PERJALANAN MELEWATI

Tahun-tahun menyemak
Dijelajahi jelatang dan meniran
Meranggas sebagai kenangan

Terkadang datang sebagai noktah
Berpijar antara ada tiada
Lalu tenggelam dalam renungan

Sebagaimana umbi di musim kemarau
Kita menggali dengan cangkul
Di tanah merekah hanya akar merana

Sebagai waktu jelajah mengendap
Berdiam di ceruk pikiran
Sambil mendaur ulang tekad

PEZIARAH

Hanya barisan  tanpa wajah Setiap langkah  antaranya doa Dari penjuru  peziarah mengerubung Rindu nendelu hati bertalu Bibir berkemik  menah...