Minggu, 13 September 2026

JEJAK MENUJU PULANG

Ketikanya setelah kopi
Pikiran mengajuk jarak
Waktu pun tak sejenak

Dimana itu malam tiada bintang
Sedangkan langkah yang terbilang
Mengeja jejak, 
hingga waktu yang jarak


Jumat, 11 September 2026

RUANGKU SUNYI

Meja kursi bersitatap
Di antaranya ada senyap
Secawan kopi hilang aroma
Karena suasana kian renta

Aku tercenung
Tiada suara hilang kata
Hanya desah, 
diam sepahit kopi

Jumat, 04 September 2026

KOSONG

Senja, 
          ketika kopi

Langit masih terawang
di antara awan yang terbang

Di sekujurnya hanya kosong 
dan sunyi. Sahabat lama. 

Sisa kopi, ampas, 
        mendesis di cangkir

Selasa, 25 Agustus 2026

LEGENDA KEMATIAN

Dan tujuh adalah korban. 
Atau tumbal? 
Negeri pun bersimbah darah, 
sesama saling menjagal. 

Akar rumput sebagai soko guru, 
dicuci oleh kebencian, 
diarit oleh palu, 
dimamah oleh dendam

Lalu api melalap, 
hingga duka pun luka
Sambil mengulum senyum, 
sang pemimpin menggantang asap

Sabtu, 22 Agustus 2026

MIMPI BURUK

Karena mimpi buruk bermakna merah
Kuseduh saja kopi dengan air mata
Agar kantuk tenggelam di dasarnya 

Dengan seksama kuteguk setegukan kopi
Sepenanak nasi kemudian mata pun merah
Hinggap menatap mimpi dan bersitatap

Semakin merah ruang
Semakin detak waktu
Dan tidur adalah satu keniscayaan

NGOMONG SAMA ANGIN

Sore itu kuundang angin
Lalu ia duduk dan menatap kopiku
Hingga nyaris dingin dibuatnya

Kutanya padanya, 
mengapa kau meniupnya?

Ia hanya diam 
lalu mendatangi dedaunan
Bersamanya ia terbang menyerbuki sisa kopiku

Senin, 17 Agustus 2026

TANAH RATAPAN

Bumi meregang
Bahunya terentang
Gemetar. 

Lalu laut tersungkur
Menjauhi garis pantai
Dan menyapu sebagai Syiwa

Nyawa hanya daun kering
Terinjak diantara teriak dan tangis

Bangunan merintih tertindih
Lebur berkalang tanah

JEJAK MENUJU PULANG

Ketikanya setelah kopi Pikiran mengajuk jarak Waktu pun tak sejenak Dimana itu malam tiada bintang Sedangkan langkah yang terbilang Mengeja ...