Rabu, 04 Maret 2026

PERANG TELAH KEMBALI

Ketika malam bintang
Kembang api terbilang
Membakar amarah temberang
Memanen jiwa hilang terbang

Ada gaduh hingga jerit mengaduh
Ribuan nyawa dan runtuhan besi beton
Air mata dan bau mesiu
Wajah-wajah pucat tersaput debu

Demi darah demi tanah leluhur
Kita lipat hari dengan raung
Tubuh terkapar tercerai
Tangis adalah sesaji

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERTEMU KAWAN LAMA

Ketika sekejap menatap Layar ketika berkedip Seranta siluet wajah Mata memancar lelah Kuketik pesan di papan Kutunggu jawab dalam harap Sebe...