Senin, 10 Juni 2019

BALADA PINTU

Pintu menatap sunyi
Telah lama terkunci
Hanya larahan menari
Di beranda berangin

Pintu temani sunyi
Catnya kelupas serupa luka
Debu datang dan pergi
Tunggangi angin Barat

Pintu menggamit sunyi
Engselnya berkarat sebab usia
Angin menggoyang ranting
Daun jatuh tercecer di lantai

Pintu kembali sunyi
Sendiri menjaga rumah
Kedasih merintih
Terbang ikuti angin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RUMAH

Kita rebahkan lelah dengan seikat keluh kesah Tentang dunia yang senantiasa renta Hingga punggung pun mengaduh  Menahan duka nestapa Sebenta...