Kamis, 18 Februari 2021

CERITA KAYU

Kayu menanggalkan daun ranting dan sedikit benalunya di bawah rindang pohon sehingga nyaris bugil dan meninggalkan rindu dendam di balik tumpukan humus basah duka abadi

Getah telah kering hingga keriput; samar membekas; sebab tubuhnya jamur, dijemur bersama tumpukan nestapa yang telah berurat berakar di ladang perburuan abadi

Kayu terkulai lunglai di pojok penantian, berbaris sebagai pesakitan, diikat bersama luka, menanti putusan takdir langit terhadap dosa dan bahagia. Menghitung waktu yang menjadi takdirnya. 

Pada api penyucian, tubuh ringkih kering layu membakar dosanya hingga hangus. Tubuhnya bermetamorfosis sebagai abu yang diterbangkan angin ke penjuru. Tuntas. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HARI RAYA SELAYANG PANDANG

Sumpah serapah tersandera macet Pendingin mobil tiada kuasa Kemudi kian membebani Hanya matahari siang yang sumringah Dari berdendang hingga...