Jumat, 12 Februari 2021

HARI RAYA ITU

Dibebani harapan kecil mengecil
Seperti terminal, banyak yang menanti
Suka ria adalah unit terkecil bahagia
Mulai temui beranda media sosial

Gelak canda anak serta sanak
Mata teduh ibu
Makanan telah tradisi
Kepedihan coba dirias sejenak

Ruang keluarga adalah etalase pamer
Juga tumpukkan kenangan yang coba dilebur
Ketika kasta dilipat diharibaan leluhur
Hanya kehangatan yang tersisa

Rabu, 10 Februari 2021

DIAMBIL

Senyap, tanpa kulo nuwun
Tanpa pertanda
Hanya penyakit
Tiba-tiba nyawa hilang regang

Semua diam
Nyaris tak percaya
Sebelum pecah tangis, 
jasad telah kaku dingin

Selasa, 09 Februari 2021

KERIAAN PANEN

Sejak dini hari pawon sibuk
Campuran masakan dan kayu bakar
Segelas kopi dan si Mbok
Mengusik kantuk lelatu api

Sego dan lodeh rawit tempe bosok
Bekal sarapan di sawah nanti pagi
Ceret penuh teh manis serta gelas plastik
Dan setangkup mimpi untuk uang hasil panen

Di sawah mesin pemisah gabah datang
Ani-ani tersingkir
Panenan langsung masuk kampli
Hilang sudah bawon sebagai upah

Panen berlimpah
Biaya bertambah
Modal selangit
Keuntungan sedikit

Siklus diulang kembali
Mata rantai produksi
Diakhiri panen beramai
Keuntungan hanya menabung mimpi

Senin, 08 Februari 2021

AKU DAN KEJUARAAN

Rentang waktu sebenarnya cukup longgar
Namun terus dibayangi deadline
Sehingga ide seperti dikejar dan dijagal
Lahir prematur sebelum kata bermakna

Satu ketika menggali ide malam
Di ruang tertutup lampu temaram
Pertarungan antar kata sungguh 
Jumlah dan posisi terhitung tangguh

Tenggat kian dekat menjaring
Puisi bolak balik didandani
Dengan antara percaya dan diri
Perabotan peranti pengirim disiagakan

Sebelumnya dengan gumede kubaca puisi yang lain
Setiap membaca hati kian ciut
Percaya diri dilibas habis
Seperti katak dalam tempurung

Kamis, 04 Februari 2021

DARI TANAH

Bumi merana ketika hujan pertama
Tanah merekah karena basah

Biji melepas masa dorman
Sulurnya mengintip malu-malu

Hujan merubah warna dan semerbak
Kicau burung di pagi adalah birahi

Tanah mulai ditutupi permadani. Hijau
Bau busuk daun bercampur tetes air

Kehidupan penuh geliat yang semarak
Segenap hidup dan menghidupi

Tanpa awal tanpa akhir, hanya proses
Demikian Dewi Sri menebar berkah

Rabu, 03 Februari 2021

BAH

Semenjak banjir datang bersama hujan
Dimana mereka saling menguatkan
Air menggenangi selokan, pelataran bahkan rumah
Dimana sampah mengonggok di situ banjir mendekam

Ketika malam kian pekat di bumi lata
Dingin jadi pasangannya yang dibentangkan
Kedip lilin di jendela paling sepi
Pertanda kehidupan saat pasang naik

Hujan telah lama usai
Tinggalkan daun yang basah
Banjir tak hendak pergi dalam waktu dekat
Sebab masih bercengkrama dengan sampah

Selasa, 02 Februari 2021

KITA DIPISAHKAN PENYAKIT

Sesungguhnya penyakit datang dan pergi dalam senyap
Seperti gerilyawan, ia menginfeksi. Tembak dan lari.
Berita adalah pembawa ledakan
Ditayangkan berulang hingga jadi prilaku

Sedangkan pandemi yang menginisiasi adalah waktu
Dikipasi berulang hingga meradang
Sehingga kau dan aku kian menjauh
Menjauh dari kebenaran sebab berita yang dikemas

LELAKI YANG MENGGADANG MALAM

Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...