Nampaknya hari telah mencapai ujung perlintasan
Temaram condong merangkul sepi
Hujan tertuang di pojok cakrawala
Pepohonan berderak iringi angin
Aku berdiri sejajar teritis
Memandang lamunan merebak
Waktu berdetak lembut
Menyulam pikiran merenda luka
Burung terbang lintasi senja
Mengepak sayap membentang kelam
Suara malam alunan doa
Tanggalkan mimpi di peraduan
Senin, 12 Maret 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
PESAWAT
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar