Senin, 12 Maret 2018

MATI

Kita hanya selangkah menuju mati
Lompati waktu dan terbujur
Manunggal kembang setaman

Sanak tersedu
Mangantar tanah leluhur
di ujung desa di atas bukit

Nisan sebagai pertanda
Jejak kaki dan debu
Doa dan setanggi merebak

Diiringi tangis rindu
Handai letakkan duka sepi
di gundukan tanah merah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LELAKI YANG MENGGADANG MALAM

Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...