Sabtu, 08 September 2018

DAUN

Dan daun luruh berguguran dipelukan ibu bumi
Menanti isak langit di dahan ranting
Dibawanya semua warna kemarau yang menguning kering

Angin telah lelah memikul kerontang
Kadang bisikkan harap di puncak kulminasi
Mengusik burung tempua di pelepah

Daun jatuh dan bayang pohon memanjang
Rindangnya serupa pukau silau
Gemerisiknya khusyu lantunkan mantera hujan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAU ITU

Tiba-tiba saja bau itu menyergap,  antara ada dan tiada Aroma tubuhmu dan pewangi kodian, membangkitkan ingatan Kesadaranku perlahan mengend...