Wajahku terpapar kelabu hujan
Derasnya menyingkap hingga teritis
Asar melingkupi langit kota
Dan azan terhalang lintasi mihrab
Titik air merajam kulit, pedas
Merintih di atap yang sirap
Amarah langit muntahkan silau petir
Hujan meredam, kenang menghilang
Sekian waktu langit telah teralir getir
Kelabu tiada beranjak karena senja
tembok menggigil memeluk percik menitik
Aku melangkah tinggalkan gerimis sendiri
Kamis, 03 Januari 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
PESAWAT
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar