Jendela bus menangkap suasana
Bentuk bergerak relatif terhadap mata
Kabel naik turun mengejar segenap tiang
Cepat, tertinggal dan diam
Sejauh jalan kendaraan melintas jarak
Berkejaran dan meraung dengan waktu
Dari depan kecepatan menerjang
Angin bergesekan melawan arah
Di deret bangku sempit dan diam
Tubuh lelah letakkan kantuk
Mengatup mata melepas cemas
Lamunan senyap tersesat dalam pikiran
Minggu, 28 April 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
AGUSTUS KE DELAPAN SATU
Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar