Ambillah nafasku
Renggutlah dari mati surinya
Letakkan di dada paling gemuruh
Hingga bersatu menjadi duka
Ambillah nafasku
Hiruplah hingga sanubari terdalam
Dan berserak bercampur rindu
Dalam impian semusim
Ambillah nafasku
Sebelum ia menjadi udara
Yang hanya dapat dikenang
Dan hilang mengikuti deru debu
Rabu, 04 Desember 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
PESAWAT
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar