Sekejap mata terhenyak
Dan pedihnya beralih ungu
Kau jebak kata dengan onak
Pada tanya duka termangu
Prasangka membakar kata
Hanguslah hingga kecewa
Ketika luka telah meruyak
Maka mulut terdiam, hilang
Segenap angkara terpuruk
Meringkuk dalam lelah
Sekejap, kata mendapatkan kesadarannya
Bisikan pertamanya adalah cinta yang lembut
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
BAU ITU
Tiba-tiba saja bau itu menyergap, antara ada dan tiada Aroma tubuhmu dan pewangi kodian, membangkitkan ingatan Kesadaranku perlahan mengend...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar