Jumat, 24 Januari 2020

DAMAI, PADA AKHIRNYA

Sedikitnya, lidah meletakkan lelatu ke wajah amarah
Angin jua meniup merah bara hingga terbakar duka
Segala benci telah kunci hingga tutupi kata
Pandang jadi sembilu mengoyak

Di ruang senyap, rindu selalu berpapasan dan bergandeng tangan
Tembok mulai bata retak bangunannya
Dari celahnya segenap sinar menerobos deras bercerita
Rasa kikuk yang diam menelisik dengan sepenuh antusias

Pada akhirnya ruang membuka jendela hati
Segala prasangka yang tajam dan kotor tersapu kenangan
Sawang di langit-langit terbang terbawa angin kembara
Dalam diam bibir merekah senyum dan mata binar memandang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN TUNGGU LAMA

Tidaklah menunggu  bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga...  Nilai...  Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata