Malam belum lagi renta
Bulan magrong-magrong
Jonggrang gelisah
Terpana di jendela sentong
Dinaungi kegelapan
Berkejaran dengan malam
Candi nyaris genap hitung
Emban diutus ke desa
Gadis-gadis dibangunkan dari mimpi
Lesung ditalu bersahutan
Ayam kaget
Sumpah serapah bagi dewata
Kutuk tercetus sebab kecewa
Jonggrang arca melengkapi
Bandawasa berduka
Senin, 24 Februari 2020
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
BAU ITU
Tiba-tiba saja bau itu menyergap, antara ada dan tiada Aroma tubuhmu dan pewangi kodian, membangkitkan ingatan Kesadaranku perlahan mengend...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar