Suara penyanyinya tiada indah
Hanya serupa ratapan yang serak
Diseling lengking gitar menusuk tinggi
Betapa lagu demikian perih
Iramanya ritmis keputusasaan yang berulang
Semua duka durjana disisipkan dalam bait
Sebagai doa pada langit tanpa jawab
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar