Minggu, 26 Juli 2020

ANGIN MUSIM ANGIN

Dedaunan berusaha keras menangkap
Tubuhnya doyong menahan beban 
Angin tetap saja berhembus
Berlomba dengan kepinis

Tembok dan pagar tak membantu
Hanya diam terlongong
Tubuhnya yang kekar
Melepas angin dari sela ketiaknya

Sebentar sore angin kian genit
Mengangkat rok gadis kencur
Mengelus pipi merah tomat
Mengirim celoteh riang kekasih

Di para-para senja angin melambai
Mengucapkan salam terakhir
Pintu dan jendela menutup diri
Meninggalkannya berdesir sendiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RUMAH

Kita rebahkan lelah dengan seikat keluh kesah Tentang dunia yang senantiasa renta Hingga punggung pun mengaduh  Menahan duka nestapa Sebenta...