Segenap cinta menjadi susu ibu
Beban terhitung sembilan purnama
Sidik Ilahiah di rahim terjaga
Ketika puisi membuka jalan lahir
Ibu meregang nyawa
Katapun telah sempurna adanya
Adik menangisi dunia dengan lantang
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar