Sekedar angin tidak berkeliaran
Mataku enggan ditemani lampu
Maka kurekatkan kantuk
Namun nyamuk mendengung
Berbisik lirih di telingaku
Tanganku refleks menampar
Kantuk terbang mengikuti nyamuk
Aku diam termangu
Sebab di ranjang terbaring sumuk
Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar