Sekedar angin tidak berkeliaran
Mataku enggan ditemani lampu
Maka kurekatkan kantuk
Namun nyamuk mendengung
Berbisik lirih di telingaku
Tanganku refleks menampar
Kantuk terbang mengikuti nyamuk
Aku diam termangu
Sebab di ranjang terbaring sumuk
Kita rebahkan lelah dengan seikat keluh kesah Tentang dunia yang senantiasa renta Hingga punggung pun mengaduh Menahan duka nestapa Sebenta...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar