Terbang lintasi tujuh
Mengepak sayap bahagia
Hingga waktu yang jauh
Pintu tiba-tiba diketuk
Kaget dan terhenyak
Semua menciut
Lamunan pecah bagai ratna
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar