Senin, 18 Januari 2021

BERMAIN PAYUNG DI TENGAH HUJAN

Siang tadi hujan datang
Cukup deras kiprahnya
Dengan payung Ayah untuk berjualan di sekolah, 
Aku datangi genangan dengan gairah

Payung diangkat tinggi menyongsong hujan
Rambut kuyup dan celana lengket di pantat
Aku berlari sepanjang aliran genangan 
Setetes mengenai mata bercampur tanah

Bibir sedikit gemetar dan pucat biru
Buku jari berkerut 
Tiba-tiba petir berkelebat
Payung kuacungkan pada langit kelabu

Dari pintu ibu berteriak memanggil
Payung kukempit di ketek
Celana kulepas dan kuletakkan di kepala
Aku berlari telanjang menuju ibu. Mandi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN TUNGGU LAMA

Tidaklah menunggu  bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga...  Nilai...  Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata