Selasa, 05 Januari 2021

TEH PANAS DAN PAGI MUSIM HUJAN

Adalah segelas teh panas aroma melati
Menatap pagiku dari meja kayu jati
Di luar hujan belum lagi tiba 
Hanya sekilas mendung dan dingin yang menggigit

Teh itu pahit dan hampir kehilangan panasnya
Tutupnya tak mampu sembunyikan
Lidahku setengah menolak hirupan
Namun seteguk melewati beranda pagi

Pagi telah sesaki pekarangan
Di hijau daun serta atap rumah
Teh meninggalkan ampasnya di dasar gelas
Dan aku bergegas mendatangi pagi sendiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HARI RAYA SELAYANG PANDANG

Sumpah serapah tersandera macet Pendingin mobil tiada kuasa Kemudi kian membebani Hanya matahari siang yang sumringah Dari berdendang hingga...