Kita duduk melingkupi kopi
Bercakap hingga gosip
Di setiap tegukan teriring cerita
Di setiap kunyahan penuh berita
Di setiap kita ada kehangatan
Setelah cukup meletakkan kata
Maksud hati diutarakan
Pamit adalah rindu yang lain
Kita rebahkan lelah dengan seikat keluh kesah Tentang dunia yang senantiasa renta Hingga punggung pun mengaduh Menahan duka nestapa Sebenta...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar