Kepalanya menoleh mencari
Menanti di tempat perjanjian
Tak acuh pada terik siang
Dari arah angin kembara
Seekor jantan menukik gagah
Setelah satu putaran perhatian
Tubuhnya tepat mendarat di sisi rindu
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar